Hubungan Perekonomian Australia-Indonesia: Masa Jabatan Howard dan Masa Jabatan Rudd

Pendahuluan

Hubungan antara Australia dengan Indonesia selama ini kental dengan nuansa politik yang dinilai sebagai hubungan yang nampak seperti roller-coaster. Suatu ketika hubungan tersebut bisa perlahan-lahan merangkak naik. Namun tiba-tiba saja bisa terhempas begitu keras ke titik depresi yang paling rendah. Akan tetapi suatu waktu hubungan ini bisa stabil berada di titik harmonis selama beberapa waktu. Hubungan Australia-Indonesia juga dipengaruhi oleh rezim yang sedang berkuasa di kedua negara.

Hubungan Australia dengan Indonesia menarik untuk dibahas dalam mengamati hubungan luar negeri Australia, terutama dengan Indonesia. Sebagai salah satu negara yang sangat dekat dengan Australia secara geografis. Hubungan Australia dengan Indonesia yang salient selama ini  nampaknya sarat dengan isu-isu yang bersifat politis. Misalnya kapal nelayan Indonesia yang sering dan berulang kali menembus batas perairan menuju Australia untuk menangkap ikan; permasalahan suaka  politik bagi warga Papua pada tahun 2006; Bom Bali di tahun 2002 dan 2005 dimana sebagian korban yang tewas merupakan warga negara Australia; kemudian masalah “manusia-manusia perahu” dan para pengungsi lainnya yang berusaha agar bisa mendapatkan suaka untuk tinggal di Australia, namun harus terhambat terlebih dahulu di Indonesia, dan permasalahan-permasalahan yang lainnya. Hal ini mewarnai masalah hubungan luar negeri Australia, terutama dengan Indonesia.

Telah disebutkan sebelumnya, bahwa kadang kala yang memengaruhi hubungan luar negeri Australia dengan Indonesia adalah tergantung pada rezim yang berkuasa. Hal ini dapat dilihat dengan menggunakan pendekatan level analisa individu (sosok pemerintah yang memimpin di kedua negara, Perdana Menteri Australia dengan Presiden Indonesia), ataupun juga dapat dilihat dari karakter partai yang sedang berkuasa. Melalui essay ini, penulis ingin mengamati bagaimana hubungan luar negeri kedua negara, khususnya di bidang perekonomian. Apakah dalam masa situasi yang sedang memanas hubungan perekonomian kedua negara juga terganggu ataukah tetap stabil. Selain itu, juga ingin dilihat dari sosok karakter pemerintah yang sedang berkuasa, maupun dari partai yang sedang dominan di pemerintahan Australia.

Dengan mencoba bersikap netral dan imparsial, penulis berusaha untuk membahas hubungan perekonomian Australia dengan Indonesia. Tulisan ini akan diarahkan untuk menjawab pertanyaan “Bagaimanakah hubungan perekonomian Australia dengan Indonesia di era John Howard dengan era Kevin Rudd?” Apakah terdapat kecenderungan yang hampir sama; ataukah yang satu lebih signifikan dalam membangun hubungan perekonomian yang lebih harmonis. Penulis berasumsi bahwa hubungan luar negeri Australia dengan Indonesia di bidang perekonomian pada era Kevin Rudd lebih baik daripada di era kepemimpinan John Howard. Hal ini didasarkan pada alasan bahwa Kevin Rudd lebih berupaya untuk mendekatkan diri dengan kawasan regional yang berada di sekitar Australia, ketimbang Howard. Di samping itu, Rudd juga berasal dari Partai Buruh yang selama ini dinilai lebih mengutamakan hubungan kerjasama ekonomi daripada militer. Hubungan perekonomian ini akan dilihat melalui dua indikator utama, yaitu hubungan perdagangan dan angka investasi (khususnya dari Australia terhadap Indonesia).

Untuk mendukung pembahasan, maka tulisan ini akan dilengkapi dengan dat-data.

Perdagangan Australia ke Indonesia

Komoditas utama perdagangan Australia ke Indonesia didominasi dari produksi ternak. Baik itu berupa hewan ternak, produk-produk ternak seperti daging sapi, susu, wool, dan lain sebagainya. Selain itu, Australia juga merupakan sumber pemasok gandum yang utama di Indonesia. Hubungan dagang Australia-Indonesia di sektor ini sangatlah penting. Dalam situs KBRI-Canberra disebutkan bahwa Jika terjadi sesuatu di Australia akan berdampak besar pada ketahanan pangan Indonesia[1]. Impor produk daging Australia oleh Indonesia mencapai 50 ribu ton per tahun sedangkan impor sapi hidup mencapai 400 ribu ekor per tahun[2]. Dalam mengamati hubungan perdagangan Australia ke Indonesia, maka penulis mengambil sampel di masa pemerintahan Howard (1996-2007), yaitu pada tahun 1999, 2002, dan 2007. Sementara untuk masa pemerintahan Rudd, penulis hanya mengambil sampel di tahun 2008 dan 2009.

Masa Pemerintahan Howard

[3]Tabel Ekspor-Impor Bulanan

Tabel Impor Menurut Bulan, Tahun 1999

Table Import by Month, Year 1999

Bulan/Month Nilai/Value (US $) Berat/Weight (KG)
Januari/January 1 772 189 446 4 521 021 643
Pebruari/February 1 808 707 155 5 445 462 637
Maret/March 1 976 419 270 4 640 955 655
April/April 2 121 890 548 4 478 303 259
Mei/May 1 959 123 824 4 988 591 952
Juni/June 1 896 300 424 4 728 968 968
Juli/July 2 007 008 036 5 952 004 504
Agustus/August 2 043 872 510 5 651 438 136
September/September 2 154 797 460 6 407 791 923
Oktober/October 2 048 031 268 5 270 166 845
Nopember/November 2 059 715 166 4 748 269 017
Desember/December 2 155 123 224 5 407 839 162
T O T A L 24 003 178 331 62 240 813 701

[4]Tabel Ekspor-Impor Bulanan

Tabel Impor Menurut Bulan, Tahun 2002

Table Import by Month, Year 2002

Bulan/Month Nilai/Value (US $) Berat/Weight (KG)
Januari/January 2 087 995 749 5 293 035 981
Pebruari/February 2 182 211 914 5 696 115 486
Maret/March 2 362 701 359 6 010 421 937
April/April 2 382 850 715 5 347 554 021
Mei/May 2 498 181 028 5 979 557 501
Juni/June 2 438 908 287 5 799 118 160
Juli/July 2 646 212 487 6 530 677 072
Agustus/August 2 823 794 218 6 086 008 930
September/September 2 860 189 849 5 884 559 719
Oktober/October 3 104 801 062 6 825 343 107
Nopember/November 2 955 915 471 6 775 291 736
Desember/December 2 945 090 955 6 513 491 154
T O T A L 31 288 853 094 72 741 174 804

[5]Tabel Ekspor-Impor Bulanan

Tabel Impor Menurut Bulan, Tahun 2007

Table Import by Month, Year 2007

Bulan/Month Nilai/Value (US $) Berat/Weight (KG)
Januari/January 5 283 525 628 7 564 142 824
Pebruari/February 4 663 142 463 6 335 359 342
Maret/March 5 646 580 486 7 737 887 684
April/April 5 643 622 188 6 923 226 055
Mei/May 6 455 362 548 8 441 332 380
Juni/June 6 014 844 089 7 738 717 598
Juli/July 6 360 551 055 7 037 552 022
Agustus/August 6 916 797 368 8 232 188 059
September/September 6 791 065 446 7 762 817 511
Oktober/October 6 285 968 535 6 897 048 588
Nopember/November 7 574 125 127 8 200 635 971
Desember/December 6 837 845 185 7 064 672 779
T O T A L 74 473 430 118 89 935 580 813

Masa Pemerintahan Rudd

[6]Tabel Ekspor-Impor Bulanan

Tabel Impor Menurut Bulan, Tahun 2008

Table Import by Month, Year 2008

Bulan/Month Nilai/Value (US $) Berat/Weight (KG)
Januari/January 9 608 052 713 8 348 821 589
Pebruari/February 9 842 865 892 8 975 081 428
Maret/March 10 276 652 560 8 407 307 563
April/April 11 646 708 019 9 332 487 726
Mei/May 11 664 174 699 8 763 040 882
Juni/June 12 110 556 910 8 681 091 282
Juli/July 12 869 784 594 8 782 228 964
Agustus/August 12 326 249 588 8 317 156 498
September/September 11 296 068 452 8 172 480 300
Oktober/October 10 732 446 784 7 867 576 749
Nopember/November 9 081 376 305 6 894 664 898
Desember/December 7 742 369 708 6 122 404 080
T O T A L 129 197 306 224 98 664 341 959

[7]Tabel Ekspor-Impor Bulanan

Tabel Impor Menurut Bulan, Tahun 2009

Table Import by Month, Year 2009

Bulan/Month Nilai/Value (US $) Berat/Weight (KG)
Januari/January 6 600 569 249 6 408 533 613
Pebruari/February 5 939 043 327 5 353 812 083
Maret/March 6 554 129 163 5 977 694 304
April/April 6 706 761 999 6 805 889 327
Mei/May 7 641 286 552 7 567 751 961
Juni/June 7 935 474 878 8 208 625 834
Juli/July 8 683 341 932 7 865 271 031
Agustus/August 9 707 302 686 8 493 600 211
September/September 8 516 603 276 8 855 612 703
Oktober/October 9 430 126 548 9 229 601 000
Nopember/November 8 814 657 422 7 715 424 547
Desember/December 10 299 947 949 8 872 589 281
T O T A L 96 829 244 981 91 354 405 895

Investasi Australia ke Indonesia

Australia menanamkan cukup banyak investasi di Indonesia. Investasi tersebut kebanyakan berupa bahan tambang seperti emas, tembaga, minyak bumi, dan lain sebagainya. Di samping itu masih ada proyek infrastruktur, usaha pertanian, perkebunan, dan peternakan (upaya pembibitan sapi perah dan sapi potong)[8]. Pada tahun 2006, investasi Australia ke Indonesia tercatat mencapai US$ 29.03 juta. Pada bulan Januari-Mei 2007 investasi Australia ke Indonesia sebanyak 24 proyek dengan nilai investasi sebesar US$ 175.6 juta.[9] Sedangkan total seluruh investasi Australia di tahun 2005 diperkirakan mencapai 2,6 triliun Dolar Australia atau naik 7,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan investasi Indonesia di Australia mencapai 487 juta dolar Australia di tahun yang sama[10].

Sementara bagi Australia, Indonesia masih menjadi negara yang memiliki prospek yang masih menguntungkan untuk investasi. Menurut Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Former, prospek investasi Australia terhadap Indonesia masih terbuka lebar. Terlebih lagi untuk sektor pertambangan. Pada tahun 2009, investasi Australia untuk Indonesia sebesar AUD$ 4 miliar[11]. Bill Former juga menambahkan, bahwa dalam lima tahun ke depan, Australia memiliki potensi untuk meningkatkan investasi sektor tambang dari Australia di Indonesia.

Analisis

Permasalahan dan isu politik di antara kedua negara rupanya tidak sampai memengaruhi hubungan perekonomian bilateral antara Indonesia dengan Australia. Dari data yang diperoleh mengenai perdagangan ke Australia ke Indonesia nampaknya tidak terlihat kesimpulan yang signifikan. Namun, perdagangan ekspor Indonesia sendiri kepada Australia beberapa tahun belakangan ini selalu mengalami defisit[12]. Masalah figur pemerintah Australia, beserta kecenderungan partai mungkin sedikit bisa menanggapi fenomena dari data yang ada. Dilihat dari sektor perdagangan, secara general dapat ditarik kesimpulan bahwa perdagangan Australia dengan Indonesia di era Rudd mencapai angka yang lebih baik dibandingkan dengan masa kepemimpinan Howard. Hal ini dapat dilihat dari tabel perdagangan impor Indonesia dari Australia pada tahun 2008 dan 2009. Pada tahun 2008, angka perdagangan Australia dengan Indonesia mencapai angka yang sangat baik, yaitu mencapai angka sebesar US$ 129,197,306,224. Meskipun pada tahun 2009, angka perdagangan Australia dengan pemerintah Indonesia turun drastis sehingga mencapai angka US$ 96,829,244,981; namun angka ini masih jauh lebih besar ketimbang angka perdagangan Australia dengan Indonesia di akhir masa pemerintahan Howard, yaitu hanya sebesar US$ 74,473,430,118. Hal ini dikarenakan pertumbuhan GDP Australia pada tahun 2008 akhir mengalami penurunan[13]. Sehingga berdampak depresi pada hubungan perdagangan dengan Indonesia di tahun 2009. Demikian pula investasi Australia di sektor pertambangan (pada tahun 2005 dan 2009). Meskipun perdagangan Australia di tahun 2009 mengalami penurunan, namun di tahun 2009 angka investasi Australia di bidang pertambangan berhasil mencapai nilai AUD$ 4 milliar (+/- setara dengan Rp 27 trilliun).

This entry was posted in Analiz. Bookmark the permalink.

2 Responses to Hubungan Perekonomian Australia-Indonesia: Masa Jabatan Howard dan Masa Jabatan Rudd

  1. asti says:

    saya tertarik dengan artikel anda. boleh tau sumber data-data diatas? saya kebetulan juga sdg membuat tulisan yang menyoroti hubungan Australia-Indonesia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s