Global Public Policy: Power in Global Institution

Bahwa sebenarnya di dalam sebuah kerjasama juga terdapat unsur Power yang diwujudkan dalam sebuah institusi kerjasama. Pasca berakhirnya masa Realisme yang ditandai dengan berakhirnya Perang Dunia II, dilanjutkan dengan Perang Dingin, dunia kemudian memasuki masa kerjasama (Liberalisme). Namun di dalam kerjasama sendiri bukan berarti tidak ada Power. Melalui sebuah institusi kerjasama internasional (Neoliberalisme), Power ini berada secara tersembunyi melalui seperangkat norma dan peraturan yang berlaku di dalam institusi kerjasama itu sendiri. Power di dalam institusi kerjasama internasional ini lebih dikenal sebagai Institutional Power.

 

Pertemuan kelas pada hari ini sendiri membahas mengenai macam-macam Power. Bahwa Power tidak hanya ada seperti yang dimaknai selama ini di dalam kerangka Realisme. Namun Power dapat bermacam-macam bentuknya dalam berbagai transformasi. Akan tetapi esensinya tetap sama, namun berbeda bentuknya saja.

 

Yang pertama, disebut sebagai Compulsory Power. Power jenis ini yang dikenal sebagai “Power” di dalam perspektif Realisme. Berdasarkan Power jenis ini, Power dimaknai sebagai kemampuan seorang aktor untuk mengontrol aktor lain melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ia ingin lakukan (power is the ability of A to getB to do what B otherwise would not do). Ada tiga prasyarat Conditional Power. Pertama, ada unsur kesengajaan yang dilakukan dari aktor A agar aktor B melakukan apa yang aktor A inginkan. Apabila aktor B melakukan apa yang diinginkan aktor A sebagai sebuah ketidaksengajaan, maka hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai Power. Kedua, harusnya ada konflik keinginan pada diri aktor B yang membuatnya mengubah sikapnya. Aktor A dan B sebenarnya menginginkan hal yang berbeda, akan tetapi B kalah. Ketiga, aktor A memiliki sumber daya untuk bisa memiliki Power tersebut, diantaranya sumber daya material, ide, dan penyelesaian. Sehingga aktor B mengubah sikapnya.

Yang Kedua, Institutional Power. Power inilah yang terdapat di dalam institusi (baik formal maupun informal) yang terdiri atas peraturan-peraturan dan prosedur-prosedur yang terdapat di dalam institusi tersebut. Aturan dan prosedur tersebut menjadi pedoman, pengendali, bahkan membatasi perilaku para aktor. Kehadiran Power ini di dalam institusi sering kali tidak disadari. Power ini memiliki dua kondisi, yaitu Spasial dan Temporar. Secara Spasial, aktor A dapat memengaruhi perilaku aktor lain hanya dengan melalui aturan-aturan institusional, seperti aturan-aturan yang sudah diputuskan dan ditetapkan, tanggung jawab formal, pembagian kerja dan hubungan keterkaitan. Power jenis ini dimaknai sebagai hubungan difusi secara institusional. Dengan kata lain, aktor A tidak memiliki sumber daya power seperti yang ada di dalam Compulsory Power. Namun karena aktor A berada pada hubungan (yang khusus) dengan susunan institusi terkait, tindakannya merupakan Power terhadap aktor B. Kedua, kondisi secara Temporar. Power di dalam kerangka institusi hanya berlaku selama sementara. Semakin lama keadaan temporar tersebut, semakin baik bagi konfigurasi privilege dan bias yang dapat berlanjut untuk membetuk pilihan-pilihan masa depan aktor.       

 

Ketiga, Power Struktural. Power Struktural menyangkut masalah struktur, khususnya di dalam hubungan sosial. Power ini menyangkut kapasitas  di dalam struktur hubungan sosial, kedudukan di dalam struktur sosial, dan kepentingan yang mendasari serta tindakan untuk menyelesaikannya. Power Struktural menyangkut penentuan kapasitas sosial dan kepentingan sosial. Power Struktural juga hadir di dalam hubungan internasional. Misalnya pada hubungan antara negara patron dengan negara klien.

 

Dalam posisi structural, tidak meng-generalisasikan privilege sosial yang sama. Dengan adanya struktur, Power ini justru menempatkan kapasitas-kapasitas yang berbeda, dan biasanya keuntungan yang berbeda pula. Dengan adanya struktur sosial dan kapasitas yang berbeda, Power Struktural juga membentuk kesadaran pribadi dan kepentingan subjektif. Sehingga dengan adanya Power Struktural juga membatasi sejumlah aktor untuk melakukan dominasi. Dengan adanya struktur sosial dan kapasitas, maka aktor-aktor akan memerankan peran mereka masing-masing di dalam struktur sosial, dan bukan menentangnya. Di dalam hubungan internasional, Power Struktural menggambarkan privilege (keuntungan) yang berbeda dari posisi struktural yang berbeda.

Power yang terakhir adalah Productive Power. Power ini “membentuk” (namun bukan aktor yang membentuknya) dan menyebarkan sebuah nilai dan pemaknaan. Nilai dan pemaknaan ini direpresentasikan dalam bentuk ‘penandaan’ dan makna. Productive Power menyangkut perbincangan, proses-proses sosial dan melalui sistem keilmuan yang mana pemaknaan ini dihasilkan, ditentukan, dihidupkan, dialami dan dijelmakan. Productive Power ini juga menghasilkan identitas sosial serta kapasitas. Menurut formulasi pola dasar Michael Foucault (1970: 170), orang bukanlah satu-satunya target yang ditujukan Power, tetapi juga efek dari Power itu sendiri. Oleh karena itu, perbincangan merupakan hal yang sangat produktif untuk menyebarkan nilai dan pemaknaan.

 

Berdasarkan kekhususan hubungannya, Power secara “langsung” dan “tersebar”. Yang merupakan Power yang bersifat langsung yaitu Power Compulsory dan Struktural. Sedangkan yang sifatnya tersebar yaitu Power Institutional dan Produktif. Power Struktural dan Produktif ada melalui hubungan sosial. Sedangkan Power Compulsory dan Institusional ada melalui hubungan spesifik di antara para aktor.  

 

Keempat Power ini bisa ada di dalam sebuah kerjasama internasional. Hal yang juga penting dari adanya Power ini adalah mengenai Pengaruh dari Power itu sendiri. Seberapa besarkah Power yang ada atau dimiliki mampu memengaruhi aktor yang lainnya. Maka dari situlah dapat dilihat eksistensi Power itu sendiri.

 

 

This entry was posted in Kontempo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s