Keberhasilan Pemerintah Sri Lanka dalam Integrasi Nasional dengan Dikalahkannya Kelompok Separatis Macan Tamil

Pemerintah Sri Lanka telah berhasil dengan sangat baik dalam mempertahankan kedaulatan kesatuan Negara Sri Lanka. Dengan berhasil membekuk Kelompok Separatis Macan Tamil pada Bulan Mei tahun 2009. Hal ini merupakan langkah yang sangat baik di dalam Pemerintahan Nasional untuk menjaga kedaulatan serta keamanan bagi masyarakat (sipil) warga Sri Lanka. Pemerintah Sri Lanka telah berhasil menjaga integritas nasional wilayahnya dengan terus mengupayakan penindakan terhadap kelompok separatis tersebut. Kini pemerintah tinggal melakukan pembenahan dalam negeri setelah tindakan pemberontakan yang terjadi selama hampir tiga puluh tahun tersebut.

            Kelompok separatis Macan Tamil (Liberation Tigers of Tamil Eelam/LTEE) merupakan kelompok separatis di Sri Lanka yang ingin membentuk “wilayah otonomi khusus” di dalam Negeri Sri Lanka (Eelam berarti terpisah). Mereka memulai pemberontakannya sekitar tahun 1976. Wilayah yang mereka kuasai adalah di sekitar sebelah Utara dan Timur wilayah Sri Lanka. Kelompok ini merupakan kelompok dengan etnis minoritas di Sri Lanka. Mereka terus berjuang untuk mendapatkan otonomi sampai akhirnya mereka dikalahkan oleh Pemerintah Sri Lanka pada Bulan Mei 2009[1].

            Kelompok Separatis Macan Tamil merupakan Etnis Minoritas di dalam Negara Sri Lanka. Sri Lanka merupakan wilayah dengan penduduk beragama Buddha Sinhala, sedangkan Kelompok Macan Tamil merupakan pemeluk agama Hindu. Pada awalnya mereka berimigrasi dari India Selatan dan masuk ke dalam wilayah Sri Lanka. Mereka kemudian tinggal dan menetap di Sri Lanka. Pada tahun 1972, pemerintah Sri Lanka yang mendapatkan pengaruh Buddhisme dan Sinhalese menetapkan agama Buddha Sinhala sebagai agama resmi Sri Lanka beserta bahasa nasional. Kelompok Macan Tamil yang memiliki agama dan bahasa yang berbeda menganggap hal ini sebagai sebuah bentuk ‘penghinaan’. Maka pada tahun 1976 dimulailah pemberontakan oleh Kelompok Separatis Macan Tamil. Dengan pemimpin kelompoknya yang bernama Vellupillai Prabhakaran[2].    

            Dalam hal ini Pemerintah Sri Lanka telah berhasil menjaga kedaulatan Sri Lanka. Setelah hampir tiga puluh tahun pemberontakan terjadi di Sri Lanka dalam upaya separatisme, akhirnya Pemerintah berhasil menjaga integritas Negaranya. Sebelumnya Kelompok Macan Tamil sempat mengajukan upaya untuk pembentukan otonomi interim (Interim Self Government Authority/ ISGA)[3]. Upaya yang terus dilakukan oleh Pemerintah Sri Lanka adalah dengan menggunakan jalur militer. Langkah ini berhasil untuk menekan kelompok separatis tersebut dalam upaya menjaga Integrasi Nasional.

            Di dalam kasus Macan Tamil ini juga terdapat permasalahan internasionalisasi konflik. Namun internasionalisasi konflik yang ada bukan dalam mendukung kelompok separatis tersebut. Namun justru mendukung Pemerintah Sri Lanka. AS dengan FBI (Federal Bureau Investigatio)-nya menganggap Macan Tamil sebagai kelompok terroris[4]. Kelompok Macan Tamil sendiri dalam upaya pemberontakannya telah banyak membunuh petinggi-petinggi, tidak hanya di Sri Lanka. Misalnya pembunuhan yang dilakukan terhadap Perdana Menteri India, Rajiv Gandhi pada tahun 1991, Presiden Sri Lanka, Menasinghe Premadasa di tahun 1993, penculikan dan pembunuhan walikota di Sri Lanka pada tahun 1997, dan masih banyak perbuatan terror yang mereka lakukan dengan melakukan pengeboman[5].

            Bukan hanya Pemerintah AS saja yang telah mengecap kelompok ini sebagai kelompok terroris. Pemerintah India sendiri telah menganggap hal yang serupa terhadap kelompok ini, meskipun sama-sama beragama Hindu. Namun apa yang telah dilakukan oleh kelompok separatis tersebut telah banyak merugikan. Kelompok Macan Tamil sendiri tidak suka terhadap Pemerintah India, apalagi meminta bantuan kepada Pemerintah tersebut. Pada tahun 1987, Pemerintah India dengan Pemerintah Sri Lanka menandatangani perjanjian kerjasama keamanan (Indo-Sri Lanka Accord)[6]. Perjanjian ini menempatkan Pasukan Perdamaian India (India Peace Keeping Force/ IPKF) untuk membantu pemerintah Sri Lanka untuk meredakan pemberontakan Macan Tamil. Pemberontakan Macan Tamil ini sendiri dianggap sebagai sebuah konflik etnis yang paling lama dan brutal di Asia[7].

            Konflik etnis Macan Tamil ini sendiri tidak lepas dari adanya peran political entrepeneurship leader yang disampaikan oleh Muller. Pemimpin dari Kelompok Separatis Macan Tamil ini sejak berdiri di tahun 1976 hingga ia dikalahkan adalah Vellupillai Prabhakaran. Selama itu pula pemimpin kelompok separatis ini tidak pernah berganti. Namun kelompok ini memiliki sistem “pengkaderan” yang sangat baik. Di samping nama Macan Tamil sendiri, mereka membuat cabang-cabang divisi lainnya yang teratur dan terorganisasi. Mereka juga membuat jaringan internasional dari gerakan ini. Kelompok Macan Tamil menguasai wilayah Sri Lanka di sebelah Utara dan Timur. Di masing-masing wilayah, mereka menempatkan pemimpin kelompoknya. Seperti misalnya Ezhilan, yang sudah dua puluh tahun menjadi petinggi di dalam organisasi Macan Tamil tersebut. Kelompok Macan Tamil membentuk organisasi-organisasi kelompok militan yang memiliki akar yang sangat kuat seperti Eelam Front Pembebasan Nasional, persatuan antara LTTE, Organisasi Pembebasan Tamil Eelam, Organisasi Mahasiswa Revolusioner Eelam, Organisasi Pembebasan Rakyat Tamil Eelam dan Front Pembebasan Revolusioner Rakyat Eelam[8]. Namun, ada sesuatu yang unik dari kehadiran political entrepeneurship leader di dalam konflik etnis ini. Kekalahan gerakan separatis Macan Tamil ditandai dengan terbunuhnya Pemimpin utama mereka, Vellupillai Prabhakaran oleh pasukan pemerintah Sri Lanka. Penggantinya pun, yaitu anaknya Charles Anthony, juga dibunuh. Maka setelah pemimpin utama mereka dibunuh, bahkan penerusnya pun juga dibunuh, petinggi-petinggi Macan Tamil yang lainnya segera menyerahkan diri kepada Pemerintah Sri Lanka dan membungkam senjata mereka. Bahkan mereka siap untuk melakukan bunuh diri massal. Di sinilah keunikannya, ketika peimpin utama yang menjadi pusat ordinatnya dikalahkan, pengikut-pengikut gerakan ini seolah langsung tumbang dan menyerahkan diri mereka kepada Pemerintah Sri Lanka. Dalam kasus ini dapat dilihat bahwa peran seorang political entrepeneurship leader berperan penting dalam kekuatan sebuah gerakan.

            Di samping itu, ada upaya yang menarik yang dilakukan oleh Pemerintah Sri Lanka pasca kekalahan Macan Tamil yang berhasil dibekukan oleh pemerintah. Pemerintah Sri Lanka membentuk sebuah komisi yang disebut sebagai Komisi Rekonsiliasi Pemerintah Sri Lanka. Dalam hal ini terlihat jelas upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Sri Lanka dalam mengupayakan integrasi di dalam Negeri Sri Lanka. Pemerintah bukan hanya menumpas para pemberontak Macan Tamil yang mengganggu kestabilan dalam negeri selama hampir tiga puluh tahun. Namun setelah itu pemerintah juga membentuk sebuah upaya Rekonsiliasi dengan para pemberontak. Serta merta bukan demi kepentingan Pemerintah Sri Lanka, akan tetapi Pemerintah mencoba ‘merangkul’ kelompok para pemberontak di dalam Kesatuan Negara Sri Lanka. Akan tetapi lebih dari itu, Pemerintah berusaha memulihkan kembali keadaan. Rakyat sipil yang tidak terlibat dalam pemberontakan tersebutlah yang menjadi korban paling besar. Masalah keamanan menjadi prioritas paling utama pasca peredaan pemberontakan tersebut. Bukan hal yang mudah, mengingat pemberontakan di sana terjadi selama hampir tiga puluh tahun. Di samping itu pula masalah kebutuhan pokok menjadi hal yang vital. Instabilitas politik dalam negeri telah membuat harga barang-barang kebutuhan menjadi tidak stabil. Dalam hal ini, Pemerintah Sri Lanka tidak hanya perlu menjamin keamanan warga negaranya. Akan tetapi mulai membangun kembali perekonomian dan stabilitas politik di Sri Lanka. Upaya pembangunan ini diperlukan sebagai sebuah rekonstruksi pasca pemberontakan yang terjadi selama bertahun-tahun. Sehingga diperoleh pemerintahan yang sustainable dalam menjamin kesejahteraan warga negaranya.

            Masalah konflik etnis Macan Tamil ini juga tidak lepas dari permasalahan Humanitarian. Aksi terror yang mereka lakukan dengan tindakan pengeboman dan pengeboman bunuh diri banyak memakan warga sipil. Ketimbang pasukan dari Pemerintah Sri Lanka yang bertugas untuk meredam konflik dan pemberontakan yang mereka lakukan. Bukan hanya korban sipil yang banyak menjadi korban, diantaranya juga ada Perdana Menteri India dan Presiden Sri Lanka. Kelompok pemberontak Macan Tamil juga sempat menyerang kapal dagang yang membawa bahan kebutuhan pokok termasuk pangan, pemasok medis dan kebutuhan lain-lain untuk warga sipil di Jaffna, salah satu wilayah di Sri Lanka yang sempat mendapatkan serangan dari kelompok Macan Tamil[9]. Mereka juga menggunakan rompi bom bunuh diri, serta melakukan serangan dengan menggunakan pesawat bahkan kapal selam[10]. Selain itu pula, Kelompok ini juga menggunakan para wanita sebagai pengebom. Para wanita ini juga merekrut anak-anak untuk dijadikan sebagai tentara (child soldier)[11]. Mereka memiliki pasukan darat dan laut dan dipersenjatai dengan roket, peluncur granat, bahkan kapsul sianida[12]. Di samping itu pelanggaran lainnya yang mereka lakukan adalah kelompok ini masih dapat berinteraksi dengan organisasi teroris lainnya melalui pasar senjata ilegal di Myanmar, Thailand dan Kamboja[13].

            Masalah yang dihadapi oleh Pemerintah Sri Lanka dalam menghadapi Kelompok Macan Tamil juga pernah dialami oleh Pemerintah Indonesia saat menghadapi Pasukan Pemberontak GAM (Gerakan aceh Merdeka/ Free Aceh Movement). Namun cara yang dipergunakan oleh kedua negara berbeda. Apabila Pemerintah Sri Lanka berhasil menekan kelompok pemberontak Macan Tamil cukup dengan menggunakan jalan militer, dan tanpa campur tangan yang begitu berarti dari negara lain, maka tidak demikian halnya dengan Pemerintah Indonesia. Jalan militer yang dipergunakan oleh Pemerintah Indonesia tidak efektif dalam menekan kelompok separatis GAM. Hal ini karena Kelompok Separatis GAM berhasil memainkan cara Diplomasi ke dunia internasional. Berbeda dengan Pemerintah Sri Lanka yang justru mendapatkan dukungan dari negara-negara lain dan Barat serta masyarakat internasional, Pemerintah Indonesia justru mendapatkan kecaman terhadap kasus GAM karena dianggap melanggar HAM. Di samping itu Pasukan GAM juga berhasil menggalang dukungan internasional dalam menghadapi Pemerintah Indonesia.

            Masalah etnis minoritas memiliki keunikan-keunikan. Terutama yang berhubungan dengan masalah pemberontakan. Di antaranya misalnya dengan adanya political entrepeneurship leader, masalah-masalah humaniter dan internasionalisasi konflik. Sehingga permasalahan ini dapat dipandang dari banyak sisi. Bukan hanya masalah minoritas dan integrasi nasional, tetapi juga dapat dilihat dari sudut pandang konflik dan masalah hokum humaniter internasional.

 

Daftar Pustaka

Referensi Online

Macan Tamil Akui Kekalahan. http://internasional.kompas.com/read/2009/05/18/05393973/macan.tamil.akui.kekalahan.

Macan Tamil. Picker Kate. Dari www.time.com/time/world/article/0,8599,1869501,00.html.

Liberation Tigers of Tamil Eelam. en.wikipedia.org/wiki/Liberation_Tigers_of_Tamil_Eelam.

Menjinakkan Macan Tamil. www.fbi.gov/news/stories/2008/january/tamil_tigers011008.

Kronologi Serangan Bom Bunuh Diri oleh LTTE Teroris Harimau Tamil di Sri Lanka. http://www.globalsecurity.org/military/world/para/ltte.htm.

Sri Lanka Cabut Larangan Kunjungan PBB. http://internasional.kompas.com/read/2010/12/20/03092181/Sri.Lanka.Cabut.Larangan.Kunjungan.PBB.

Petinggi Macan Tamil Hilang Tanpa Jejak. http://beritaterbaru.net/petinggi-macan-tamil-hilang-tanpa-jejak.php dan http://internasional.kompas.com.

 Mengapa Macan Tamil Kalah? http://www.tandef.net/gam-vs-ltte-mengapa-macan-tamil-kalah.

 

 

 


[1] KOMPAS.com, Macan Tamil Akui Kekalahan, 2009, <http://internasional.kompas.com/read/2009/05/18/05393973/macan.tamil.akui.kekalahan>, 9 Januari 2011.

 

[2] TIME, The Tamil Tigers, 2009, <www.time.com/time/world/article/0,8599,1869501,00.html> , 9 Januari 2011.

[3] WIKIPEDIA, The Free Encyclopedia,  Liberation Tigers of Tamil Eelam, 2011,  <en.wikipedia.org/wiki/Liberation_Tigers_of_Tamil_Eelam>, 9 Januari 2011.

[4] The FBI, Federal Bureau of Investigation, Taming the Tamil Tigers. 2008, <www.fbi.gov/news/stories/2008/january/tamil_tigers011008>,  9 Januari 2011.

[5]Global Security.org, Liberation Tigers of Tamil Eelam (LTTE) World Tamil Association (WTA) World Tamil Movement (WTM) Federation of Associations of Canadian Tamils (FACT) Ellalan Force, 2010, <http://www.globalsecurity.org/military/world/para/ltte.htm.&gt; , 9 Januari 2011.

[6] WIKIPEDIA, The Free Encyclopedia,  Liberation Tigers of Tamil Eelam.

[7] KOMPAS. Com, Sri Lanka Cabut Larangan Kunjungan PB, 2010,<http://internasional.kompas.com/read/2010/12/20/03092181/Sri.Lanka.Cabut.Larangan.Kunjungan.PBB>, 9 Januari 2011.

[8]  WIKIPEDIA, The Free Encyclopedia,  Liberation Tigers of Tamil Eelam.

 

[9] Global Security.org, Liberation Tigers of Tamil Eelam (LTTE) World Tamil Association (WTA) World Tamil Movement (WTM) Federation of Associations of Canadian Tamils (FACT) Ellalan Force.

[10] Tandef.net: Think & Act for National Defense, GAM vs LTTE, 2010,<http://www.tandef.net/gam-vs-ltte-mengapa-macan-tamil-kalah>, 9 Januari 2011.

[11] TIME, The Tamil Tigers, 2009, <www.time.com/time/world/article/0,8599,1869501,00.html> , 9 Januari 2011.

[12]  TIME, The Tamil Tigers, 2009, <www.time.com/time/world/article/0,8599,1869501,00.html> , 9 Januari 2011.

[13] WIKIPEDIA, The Free Encyclopedia,  Liberation Tigers of Tamil Eelam, 2011, dari Bhattacharji, Preeti (21 July 2008 (updated)). “Does the LTTE have ties to al-Qaeda or other terrorist groups?” . Council on Foreign Relations . Diperoleh 2009/02/09.

 

 

 

This entry was posted in Kontempo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s