Multi Stakeholder Dialogue

Stakeholder merupakan aktor yang memiliki kapasitas dan sumber daya dan memiliki peran sebagai pemegang “tiang pancang”. Ia memiliki sumber daya sehingga dapat memengaruhi dan atau dipengaruhi di dalam sebuah kerjasama internasional. Multi Stakeholder Dialogue melibatkan banyak aktor stakeholder bukan hanya dalam soal jumlahnya, akan tetapi multi varian stakeholder dengan berbagai kepentingan dan isu yang menjadi focus perhatian mereka. Multi Stakeholder Dialogue atau yang disingkat MSD, berguna sebagai media Joint Construction of Meaning di antara aktor-aktor di dalam kerjasama internasional. Bahwa di dalam suatu kerjasama internasional diperlukan sebuah penjajakan sebelum memasuki tahap negosiasi. Dialog di antara para stakeholder ini diperlukan tidak hanya untuk membangun kesepahaman bersama sebelum memasuki tahap negosiasi, tetapi dialog ini juga berguna bagi para aktor untuk memahami posisi dan kepentingan masing-masing, sebelum akhirnya mereka memasuki tahap yang lebih jauh.

Multi Stakeholder Negotiation diumpamakan sebagai “Herding Cats”, bahwa di dalam negosiasi yang melibatkan banyak pihak, sering terjadi gesekan-gesekan. Hal ini utamanya disebabkan oleh adanya perbedaan perspektif antara aktor yang satu dengan yang lain. Perbedaan perspektif ini kemudian akan berdampak pula kepada Problem of Accountability of Actor, khususnya dalam masalah komitmen mereka terhadap konstituennya di negara asal. Perbedaan perspektif ini juga dapat membawa masalah dalam Decision Making Procedure/Process, serta yang paling krusial, mengenai Technical Problem. Sehingga dalam hal ini, dialog memiliki peranan yang penting bagi para stakeholder untuk meminimalisir atau mengeliminasi masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan tersebut.

Negosiasi sendiri memiliki dua dimensi, yaitu Dimensi Hubungan dan Dimensi Substantif. Dimensi Hubungan lebih bersifat sebagai one shoot action atau one time transaction. Sedangkan Dimensi Substantif memiliki pengaruh dalam hubungan ke depan yang berupa the shadow of the future. Dimana terdapat hubungan yang berkelanjutan. Sehingga esensi negosiasi yang efektif sangat diperlukan. Multi Stakeholder Dialogue sendiri memiliki tujuan-tujuannya. Tujuan yang pertama, yaitu Relationship Building. MSD betujuan untuk membangun relasi awal para aktor sebelum mereka melakukan kerjasama dan negosiasi. Tahap awal ini penting untuk dibangun sebagai fondasi keberlangsungan kerjasama. Tujuan yang kedua, Information Sharing. Setelah terbangunnya hubungan di antara para aktor, maka terdapat hubungan saling tukar-menukar informasi. Tujuan yang ketiga, yaitu Agenda Setting. Pada tahap Dialog inilah agenda setting mulai dibahas. Setelah terjadi hubungan saling tukar-menukar informasi, maka mulailah disusun agenda untuk membahas masalah-masalah yang akan dirundingkan, dengan cara-cara tertentu. Pada tahap ini mulai terjadi pergeseran, sharing informasi yang ada sebelumnya mulai bergeser menjadi isu atau permasalahan yang akan dirundingkan. Keempat, tahap Problem Solving. Setelah Agenda Setting dibahas dan dirundingkan, maka mulailah masuk ke tahap selanjutnya, yaitu pemecahan masalah dari isu-isu yang ada (problem solving). Penyelesaian dari permasalahan yang dibahas dirundingkan agar tercapai keseimbangan hasil (equilibrium) dalam perundingan. Tujuan terakhir, yaitu tahap Concencus Building. Yang merupakan tujuan akhir dalam pencapaian kesepakatan melalui tahapan-tahapan perundingan. Dalam tahap ini mulai dibentuk kesepakatan dari isu-isu yang dibahas.

Multi Stakeholder Dialogue sangat berperan efektif dalam kelancaran perundingan di dalam kerjasama internasional. Salah satu contoh efektiitas peran Multi Stakeholder Dialogue ini adalah keberadaannya pada saat Johannesburg Summit 2002 pada 26 Agustus-4 September 2002. Peran Multi Stakeholder Dialogue ini sangat efektif, terutama dalam kelancaran mengenai pembahasan World Summit on Sustainable Development yang dibahas dalam Johannesburg Summit 2002. Dalam Summit ini juga dibentuk Steering Committee untuk melancarkan proses dialog di antara para Stakeholder.

(Ref.: http://www.un.org/jsummit/html/major_groups/multistakeholderdialogue.html)

 

This entry was posted in Kontempo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s