Rational Choice pengiriman tentara Australia ke Afghanistan dilihat dari perspektif Rational Actor

Dalam proses pembuatan suatu kebijakan luar negeri, Graham T. Allison menyebutkan ada 3 Model yang dapat digunakan sebagai perspektif untuk melihat alasan pembuatan kebijakan tersebut. Slaah satu dari ketiga model tersebut adalah Rational Actor Model. Dengan menggunakan perspektif Rational Actor Model kita bisa mengamati aktor-aktor yang menjadi penentu suatu kebijakan luar negeri. Aktor-aktor tersebut dapat berupa elit-elit politik maupun birokrat yang memiliki tugas yang berkesinambungan dalam mencapai tujuan-tujuan kebijakan luar negeri, dan mereka yang berkualifikasi untuk melakukannya. Mereka juga disebut “restricted community”. Rational Actor Model biasanya berupa Presiden beserta para key advisornya.

            Pengiriman pasukan Australia ke Afghanistan untuk men-tackle permasalahan terrorisme yang berkembang di sana pasti memiliki pertimbangan tertentu. Hal ini tidak terlepas dari adanya national interest yang dimiliki oleh pemerintah Australia. Oleh sebab itu, di sini kami mencoba untuk menganalisa apa saja pertimbangan yang mungkin dimiliki dengan dikirimkannya pasukan bersenjata Australia ke Afghanistan dengan menggunakan perspektif  Rational Actor Model. Rational Actor yang ada adalah Perdana Menteri Australia yang pada waktu itu sedang menjabat (John Howard) beserta orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tulisan ini akan membahas mengenai latar belakang mereka dan melihat proyeksi kepentingan Australia yang mereka miliki dengan adanya pengiriman tentara Australia ke Afghanistan.

 

John Howard

            John Howard merupakan Perdana Menteri Australia yang menjabat semenjak tahun 1996 hingga 2007. John Howard berasal dari Partai Liberal yang dikenal memiliki nilai-nilai konservatif. Partai Liberal dikenal memegang tradisi jalinan erat hubungan dengan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Inggris.  Selama beberapa kali pemerintahan Partai Liberal selalu dikenal mengekor pada kebijakan yang ditetapkan terutama oleh Amerika Serikat. Proyeksi kepentingan mereka jelas, mencari simpati dan dukungan, serta “protektor” dari negara yang lebih kuat.

            Pemerintahan John Howard sendiri dari dalam negeri dinilai “seperti kerbau yang dicocok hidungnya” terhadap pemerintahan George W. Bush. Pada tahun 2003, John Howard ikut mendukung kebijakan Amerika Serikat untuk meng-invasi Irak. Hal ini dilakukan dengan alasan kepercayaan adanya senjata pemusnah massal di Irak. Hal ini disusul dengan kebijakan Howard yang kemudian mengirimkan ribuan pasukan tempur Australia untuk mendukung invasi AS ke Irak pada tahun 2003. John Howard pada waktu itu bukan hanya mengirimkan ribuan pasukan Australia, tetapi juga menghabiskan sebagian besar budget APBN Australia untuk sektor pertahanan. Sehingga mengakibatkan krisis bagi sektor-sektor yang lain di dalam negeri.

            John Howard juga amat mendukung War on Terrorism yang dideklarasikan oleh Gedung Putih. Mengingat korban jiwa warga Australia yang mati pada Bom Bali 1 dan 2 jumlahnya tidak sedikit. Upaya pemerintah Australia, dalam hal ini terutama John Howard untuk ikut mendukung War on Terrorism  yang dikampanyekan oleh Amerika Serikat juga diakibatkan oleh banyaknya korban jiwa warga Australia yang mati pada peristiwa Bom Bali. Namun, latar belakang dan ideologi partai yang juga dipegang oleh John Howard sendiri memiliki tradisi yang kuat pada hubungan dengan negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat dan Inggris. Hal ini dikarenakan adanya asumsi bahwa Australia dapat memperoleh kepentingan dukungan dan perlindungan dari negara-negara yang jauh lebih kuat.

 

             Menteri Luar Negeri, Alexander Downer

            Alexander Downer merupakan Menteri Luar Negeri di era John Howard. Ia menjabaat sebagai menteri luar negeri selama empat kali periode masa kepemimpinan Howard. Bisa jadi Alexander Downer merupakan orang yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Perdana Menteri John Howard. Alexander Downer berasal dari Partai Liberal. Partai yang sama dengan John Howard. Ia bahkan pernah menjabat sebagai Pemimpin Partai Liberal pada tahun 1993. Kemudian pada tahun 1995 ia mengundurkan diri, kemudian dilanjutkan oleh John Howard.

            Hampir sama seperti Howard, selama menjabat sebagai menteri luar negeri, Alexander Downer sering memberikan general support bagi pendekatan unilateralis yang dilakukan oleh pemerintahan Bush. Ia juga yang mendukung kebijakan Howard untuk mengirimkan pasukan tempur beserta armada laut Australia untuk mendukung invasi Amerika Serikat ke Irak di tahun 2003. Ia pulalah yang mempertahankan claim bahwa weapons of mass destruction akan ditemukan di Irak. Howard dan Downer amat gigih mendukung Amerika Serikat dengan mengirimkan pasukannya ke Australia serta membenarkan adanya senjata penghancur massal tersebut, meskipun sebagian besar rakyat Australia menentang habis-habisan keputusan tersebut. Bukan hanya mengenai kebijakan invasi ke Irak yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Downer juga mendukung AS mengenai propaganda nuklir Taepo Dong yang dimiliki oleh Korea Utara.

            Selain John Howard dan Alexander Downer yang disoroti sebagai figur Rational Actor dalam pembuatan keputusan pengiriman tentara Australia ke Afghanistan, elit-elit politik lain juga berperan dalam memutuskan kebijakan tersebut. Robert Hill merupakan Menteri Pertahanan Australia, juga berasa dari Partai Liberal. Meskipun begitu, selama masa pemerintahannya, Howard telah mendominasi masalah pertahanan. Hal ini banyak diungkapkan oleh anggota parlemen dan dari protes warga Australia sendiri dari dalam negeri. Selain itu arah kebijakan luar negeri Howard begitu rapat dengan pemerintahan Amerika Serikat yang pada waktu itu dipimpin oleh Bush. Pemerintah Australia ingin mendekatkan diri dengan pihak Amerika Serikat untuk mendapatkan keuntungan, terutama keuntungan politis dari negara yang lebih kuat. 

This entry was posted in Kontempo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s