Realisme

            Realisme dalam Ilmu Hubungan Internasional sering dianggap sebagai patokan utama dalam menjelaskan fenomena yang terjadi dalam Hubungan Internasional. Perspektif ini menekankan negara untuk mengejar kekuatan politik demi kepentingan nasional negaranya.  Realisme politik sendiri merupakan teori yang paling tua dan sering diajadikan sebagai “teori baku” dalam Hubungan Internasional. Perspektif Realisme sering dianggap sebagai perspektif yang sangat patriarkal dan hegemonic masculinity, yang mana pandangan dalam perspektif ini sangat bercirikan pada “pria”.

            Realisme sendiri menekankan pembatasan pada kesan politik yang berupa egoisme dan anarki. Rasionalitas dan state-centrism sering diidentifikasikan sebagai premis inti realis. Tokoh-tokoh dunia di bidang Realisme diantaranya Hans Morgenthau dan Kenneth Waltz. Ada pula Niccolo Machiavelli, Thomas Hobbes dan Thucydides. Thomas Hobbes dianggap sebagai tokoh Realisme Klasik, sedangkan Waltz dianggap sebagai tokoh Realisme Struktural dalam dunia yang hierarkis.

            Realis menekankan batasan dimana aspek egois dan keburukan dari sifat alamiah manusiaterdapat dalam tingkah laku diplomasi. Sementara Machiavelli memandang bahwa dalam berpolitik semua orang “jahat”. Bagaimanapun juga, realisme dianggap sebagai “teorinya” ilmu hubungan internasional.

            Realisme sendiri banyak memiliki cabang pemikiran, di antaranya realisme struktural, neo-realisme, dan realisme klasik. Di dalam realisme, konflik dan perang dianggap berakar dari sifat alamiah manusia. Pandangan ini lebih mengarah pada Realisme Klasik, atau yang oleh Jack Donnelly diberi label “Realisme Biologis”. Ada pula aliran yang disebut Realisme Radikal. Dimana ia hanya menekankan pada power/kekuatan dan keuntungan pribadi (self interest). Meskipun demikian, banyak sekali pemikir yang mengkritik perspektif ini, dengan melihat karakter realis yang menekankan pada “kekuatan”.

            Di dalam tulisan Jack Donnelly dibahas dua aliran perspektif realis. Yaitu Realisme Klasik dan Realisme Struktural.

Realisme Klasik dengan tokohnya Thomas Hobbes (aliran ini kemudian dikenal sebagai The Hobbessian). Aliran ini memiliki tiga asumsi dasar. Asumsi dasar yang pertama menyebutkan bahwa semua manusia adalah equal, sehingga yang lemah pun dapat mengalahkan yang kuat. Asumsi dasar kedua menyebutkan bahwa manusia berinteraksi dalam sistem yang anarki, tidak ada yang berhak mengatur diri pribadi sebagai individu selain individu itu sendiri. Asumsi ketiga, motif dari manusia dalam realisme klasik adalah kompetisi, diffidence, dan kemuliaan. Motif ini ditujukan untuk tiga hal: pertama, perolehan; kedua keamanan; ketiga reputasi. Namun pada kenyataannya, kebanyakan negara berada dalam aturan yang hierarkis (bukan anarkis) dengan adanya kehadiran hegemon. Oleh sebab itu banyak sekali pemikir yang mengkritik aliran ini. Apalagi dengan kehadiran hegemoni, beberapa pihak menyebutkan dunia lebih condong ke arah kerja sama pasca Perang Dunia II.  Kritik yang kedua, kenyataannya negara-negara tidak equal (khususnya secara material). Sehingga ada anggapan yang mengatakan bahwa Realisme Hobbessian (Realisme Klasik) hanya berlaku bagi hubungan antar negara-negara besar (Great Powers).

            Pandangan yang kedua, yang juga dibahas oleh Jack Donnelly, yaitu pemikiran Kenneth Waltz (Waltzian Structuralism). Yang memandang realisme dalam hubungan hierarkis-anarkis. Dalam hubungan yang hierarkis, cenderung akan ada bandwagon atau pihak-pihak yang mencari keamanan dengan bergabung dengan hegemon yang pada saat itu sedang berkuasa. Di sinilah terdapat realisme tersebut. Bagi negara yang tidak terlalu kuat, maka ia akan berusaha mencari alliansi dengan negara yang lebih kuat (untuk mencapai kepentingan nasionalnya). Poin yang paling penting dalam Realisme adalah secara general, ia merupakan catatan teoritis tentang bagaimana dunia ini “beroperasi”.

 

This entry was posted in Kontempo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s