Demokrasi di Afrika (Pengantar)

Kawasan Afrika merupakan suatu wilayah yang bersifat sangat heterogen dan dinamis, terutama menyangkut struktur dan kehidupan sistem politiknya. Kemapanan sitem politik di Benua Afrika berbeda-beda, demikian pula dengan kemajuan demokrasi yang ada di tiap-tiap negara. Kehidupan demokrasi yang berjalan di Benua Afrika tergolong masih sangat muda, bahkan negara-negara barat menyebutnya sebagai negara gelombang ketiga demokratisasi. Dalam melihat sistem demokrasi yang berjalan di suatu negara, indikator yang penting untuk dijadikan parameter ialah mengenai political security yang ada di negara tersebut. Political security memberikan jaminan politik bagi setiap warga negara untuk dapat terlibat dalam pemerintahan dan sesuai dengan prinsip ekualitas politik. Political Seecurity juga mencakup mengenai masalah pelaksanaan pemilu (demokrasi prosedural) yang merupakan salah satu indikator penting bagi pelaksanaan demokrasi di suatu negara.

Political security merupakan salah satu bentuk human security yang memberikan jaminan keamanan bagi tiap-tiap warga negaranya untuk memperoleh kebebasan dalam bidang politik sesuai dengan prinsip demokrasi. Rakyat diberikan jaminan kebebasan untuk menyampaikan suaranya sekaligus sebagai kontrol terhadap pemerintahnya. Political security mencakup hal-hal seperti: pelaksanaan pemilu, partisipasi aktif rakyat dalam pemilu maupun dalam pemerintahan, keefektifan media dalam menjalankan fungsi kontrolnya terhadap pemerintahan; parlemen yang mampu berjalan dan berfungsi dengan baik sebagai sarana aspirasi rakyatnya; sistem peradilan yang tidak memihak; legitimasi pemerintah di hadapan rakyatnya; pelaksanaan konstitusi yang dijalankan oleh pemerintahnya dalam menyelenggarakan pemerintahan, serta-bentuk-bentuk jaminan kebebasan lainnya dalam bidang politik.

Pelaksanaan pemilu bukan hanya mengenai masalah teknis semata. Akan tetapi hal ini juga menyangkut peran dan partisipasi aktif rakyat untuk terlibat dalam proses pelaksanaan pemilu serta kebebasan mereka untuk memilih. Apakah mereka mendapatkan jaminan politik yang cukup untuk memilih pemimpin mereka, ataukah ada tindakan reppresif oleh pemerintah dalam suatu rezim tertentu yang merepresi kebebasan rakyatnya dalam memlih. Selain itu, apakah ada campur tangan kepentingan pihak asing dalam proses pelaksanaan pemilu tersebut. Kemudian, apakah pemerintah atau pemerintahan yang ada memiliki legitimasi di hadapan rakyatnya ataukah tidak. Dengan merujuk pada fakta-fakta kehidupan politik yang ada di Benua Afrika, maka negara-negara tersebut digolongkan dalam tingkatan klasifikasi yang terbagi menjadi empat kategori, yaitu kategori strong state, weak state, shadow/bandit state, dan failed/collapsed state.

Komponen-komponen di atas merupakan hal-hal penting yang dapat digunakan untuk melihat kehidupan demokrasi yang ada di Benua Afrika. Terutama mengenai jaminan keamanan politik (political security) masyarakat, yang kemudian lebih difokuskan lagi kepada proses pelaksanaan demokrasi prosedural (pemilu) yang ada di tiap-tiap negara yang berbeda di Benua Afrika. Dalam paper ini akan ditunjukan keragaman kemampuan negara dalam menerapkan demokrasi dan political security untuk mencapai generalisasi tentang kondisi dan situasi pada masing-masing kategori negara. Dengan penganalisaan juga diharapkan akan diperoleh faktor-faktor kunci dan kesamaan yang menjadi penyebab keberhasilan maupun kegagalan pemerintah dalam menjalankan dua unsur tersebut. 

This entry was posted in Kontempo. Bookmark the permalink.

One Response to Demokrasi di Afrika (Pengantar)

  1. kiro says:

    what is pemilu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s