Security Community ASEAN

Akhir dari perang dingin telah menghilangkan persoalan ideologi dan memperkuat hubungan negara-negara di Asia Tenggara dan oleh karena adanya Perang Dingin itulah organisasi regional ASEAN terbentuk. Akan tetapi masalah keamanan masih menyisakan persoalan dalam hubungan intra regional negara-negara ASEAN. Pada awal terbentuknya, kelima negara pendahulu ASEAN saling bekerja sama  untuk membendung ancaman komunis di wilayah Asia Tenggara. Akan tetapi, persoalannya saat ini berbeda. Saat ini, persoalan keamanan ASEAN ialah mengenai perselisihan intra regional negara-negara anggotanya.

Banyak pakar yang mempertanyakan apakah ada ”perlombaan senjata” antar negara-negara di ASEAN. Karena berdasarkan data yang ada, pengeluaran negara-negara ASEAN di bidang persenjataan pasca Perang Dingin menjadi jauh lebih besar. Hal ini dilihat dengan menggunakan 3 parameter: yaitu dengan melihat dari nilai mata uang domestik dan US dollar; persentases GDP, serta dari dasar per kapita. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terjadi “perlombaan senjata” antar negara-negara ASEAN  Tetapi memang, ada penambahan tingkat persenjataan di negara-negara ASEAN.

Ada berbagai alasan yang menyebabkan hal tersebut. Pertama, karena adanya masalah persengkataan wilayah, serta kekhawatiran terhadap ancaman dari negara tetangga dalam satu kawasan. Kedua, adanya ancaman peranan militer pasukan Jepang, Cina, dan India di Asia Tenggara. Selain itu juga karena adanya persoalan prestige  mengenai persenjataan modern. Kemudian, adanya alih teknologi juga mempengaruhi hal tersebut. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hubungan kerja sama negara-negara ASEAN dalam hal alih teknologi, serta meningkatnya pembelian persenjataan oleh negara-negara anggota ASEAN. Selain itu, juga mengenai masalah sengketa Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) bagi negara-negara maritim ASEAN.

Sejak krisis ekonomi di tahun 1997, belanja pertahanan negara-negara ASEAN turun drastis. Hanya Singapura yang mampu bertahan dan terus meningkatkan biaya pertahanan negaranya.

Walaupun biaya pertahanan negar-negara ASEAN semakin meningkat dan mereka sering mengadakan latihan militer gabungan, serta terdapat karakter-karakter lainnya yang memungkinkan ASEAN sebagai sbuah “security community” (: mungkin smacam pakta pertahanan) akan tetapi konflik dan persengketaan antar negara-negara ASEAN masih tetap ada  dan banyak yang belum diselesaikan. Selain itu, pengaruh militer AS juga masih merupakan suatu hal yang masih sangat diinginkan oleh negara-negara Asia Tenggara, khususnya Singapura. Terutama mengenai kekhawatiran ASEAN terhadap ancaman militer negara-negara luar, seperti Jepang, Cina, dan India.

Kecurigaan adanya perlombaan senjata dan security community di Asia Tenggara nampaknya tidak terbukti. Jika seandainya ada perlombaan senjata antar negara-negara ASEAN di kawasan Asia Tenggara sepertinya kondisi yang akan terbentuk adalah seperti kejadian di era Perang Dingin. Kondisi di Asia Tenggara tentunya akan memanas, apalagi jika dilihat di era-era sekarang, di mana sebagian besar negara-negara ASEAN saat ini sudah semakin mapan. Kalaupun ada pelombaan senjata kemungkinan hanya perlombaan soal prestige. Selain itu persoalan security community juga memiliki arti tersendiri yang kemungkinan berbeda dengan tanggapan orang selama ini mengenai security community. Selama ini mungkin mind set security community yang terbentuk berupa suatu kerja sama kawasan dalam bidang pakta pertahanan. Tetapi, security community yang dimaksud dalam negara-negara ASEAN hanya berupa kerja sama untuk mempertahankan keamanan wilayah—dari serangan para perompak, salah satunya. 

This entry was posted in Kontempo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s